Category Archives: Teknologi

Qq77 Aman, ga perlu sampai gadai hp di situs judi via pulsa

QQ77 AMAN, GA PERLU SAMPAI GADAI HP DI SITUS JUDI VIA PULSA – S aat mendengar nama pegadaian, apa yang terlintas di benak Anda? Pasti beragam ya, tapi yang paling lekat diingatan, ya urusan melego barang sesaat untuk ditebus di kemudian hari. Menguntungkan atau merugikan buat si penggadai? Jawabannya bisa iya, bisa tidak, tergantung sudut pandangnya. Sebab kalau urusan gadai itu masalah kebutuhan mana yang harus didahulukan, atas nama kepepet. Sebelum kulak kulik soal pegadaian, Kita telaah dulu, mulai kapan bisnis pegadaian ini hadir. Rupanya pegadaian telah didirikan sejak jaman Belanda, pegadaian didirikan sebagai badan usaha resmi yang menyalurkan kredit dalam bentuk uang tunai dengan cara gadai alias memberi jaminan barang berharga. Nah, kalau sudah sejak zaman Belanda tingkat pertumbuhannya sekarang gimana? Seperti jamur di musim hujan, pegadaian makin menjamur. Nggak percaya? Lihat aja sekeliling Kita. Semakin banyak pegadaian bermunculan di sekeliling kita. Padahal dulu kantor pegadaian ini ya paling 1-2 saja dengan jarak yang berjauhan. Hal ini disebabkan karena banyaknya pesaing yang bergerak di bidang yang sama dengan pegadaian, yang memberikan layanan gadai kepada masyarakat. Sebenarnya apa sih kegiatan usaha pegadaian itu, sampai-sampai dilirik pihak lain?

Di pegadaian itu kegiatan usahanya adalah menggadaikan barang yang kita punya, antara lain elektronik (ponsel, laptop, TV, radio, dan lainnya), kendaraan bermotor (mobil & motor), dan juga emas dan berlian (baik berupa perhiasan maupun emas batangan). Kini banyak pegadaian yang berdiri independen. Pegadaian swasta bahkan pegadaian di konter ponsel ikut membuka gadai. Jika dulu, banyak pegadaian yang mengutamakan elektronik bukan emas, kini pun berubah. Elektronik pun mulai naik daun. Terlebih ponsel yang jumlahnya makin banyak di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri kini ponsel pun sudah menjadi barang berharga yang sering digunakan manusia selain untuk berkomunikasi tetapi juga bisa digadaikan. Sama halnya dengan emas atau BPKB motor & mobil. Pegadaian resmi pun telah menerima beragam jenis ponsel dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Tergantung dari masing-masing cabang, namun hampir semua cabang bahkan unit menerima gadai ponsel.

Dengan harga minimal barang yang mau digadai berbanderol seken1,5 juta rupiah. Dari pantauan SINYAL di lapangan merk yang paling sering digadai selama 2014 kemarin adalah Samsung, ADVAN dan juga Microsoft Lumia. Bahkan peningkatan gadai ponsel kini sudah menyentuh angka 20-30 persen. Mulai dari tahun 2014 hampir semua pegadaian menerima gadai ponsel. Bahkan konter pun kini membuka gadai untuk elektronik. Tafsiran harga yang ditawarkan 50% dari harga second ponsel di pasaran. Bunga yang diberikan berbeda-beda setiap pegadaian . Uniknya, kini orang-orang pun banyak memilih mengadaikan barangnya ke pegadaian karena ada jaminan barang akan baik-baik saja

Huawei Menanamkan SoC Terbarunya

Efisien

Huawei pada 2009 meluncurkan smartphone yang ditenagai oleh SoC miliknya sendiri yang dibuat oleh HiSilicon. Belakangan, Huawei menamai SoC-nya itu Kirin. Kirin adalah mahkluk mitos berkaki empat dengan badan dikelilingi api dari negeri Cina. Mahkluk ini sering kali disamakan dengan unicorn di Eropa. Peluncuran Ascend Mate7 dan P7 beberapa waktu lalu di Jakarta, Dennis Poon, Global UI Design Director Huawei yakin Kirin punya performa yang mumpuni untuk menandingi yang populer di pasaran.

Baca juga : Net89

Ia juga menyebutkan bahwa prosesor Kirin punya delapan inti miliknya unggul dalam penghematan daya. Konsep delapan inti yang Huawei gunakan di Kirin sejalan dengan konsep big.LITTLE ARM. Empat inti prosesor punya performa lebih besar empat inti lainnya. Dengan demikian, Huawei berharap ponselnya dapat bekerja dengan konsumsi daya yang lebih hemat. Selain itu, dengan multiprosesor pada CPU-nya Huawei yakin bisa mengoptimalkan prosesor berbeda kinerja ini sesuai pekerjaan yang sedang dilakukan. “Untuk kerja tertentu hanya perlu core tertentu,” jelas Dennis dalam presentasinya.

“Misal ketika Anda mengirim menelepon atau sms, tentu saja tidak dibutuhkan SoC yang memiliki daya yang besar (yang berarti mengonsumsi baterai lebih banyak). Disinilah core yang lebih kecil digunakan. Sementara ketika Anda bermain game, tentu perlu kinerja prosesor dan grafis yang lebih tinggi, maka saat itulah prosesor dengan daya yang lebih besar dipakai,” jelasnya lagi. Sebelumnya, Huawei sudah menjalin kerjasama selama sepuluh tahun dengan ARM. Sejak 2004, Huawei sudah menggunakan arsitektur ARM untuk berbagai portofolio produk Huawei.

Huawei telah menghabiskan ratusan juta dollarAS untuk membangun produk berdasarkan ekosistem ARM. Hal lain yang menjadi alasan Huawei membuat sendiri prosesornya adalah untuk meningkatkan efektivitas smartphone ketika terhubung ke jaringan. Kita juga tahu bahwa Huawei telah lebih dari dua dekade berkutat dengan jaringan. Di Indonesia sendiri, Huawei menyediakan mulai dari BTS yang digunakan oleh para operator sampai dongle USB atau MiFi (mobile Wifi) yang biasa kita pakai.

Maka Huawei ingin menggunakan kepiawaian mereka dalam mengatur jaringan ini untuk menciptakan smartphone yang hemat daya ketika tersambung ke jaringan. “Intinya optimasi,” tambahnya. “Smartphone terhubung ke tower (BTS) hanya di waktu yang tepat. Karena komunikasi inilah yang paling memakan power”.

Dari seluruh alasan yang dikemukakan para vendor yang sudah lebih dulu mengecap asam garam pembuatan SoC sendiri, akankah LG berhasil menawarkan hal baru untuk smartphonenya? Atau akan berakhir galau seperti Samsung? Sayang, hingga berita ini diturunkan pihak LG Indonesia, masih belum memberi jawaban soal masa depan LG dengan SoC baru buatannya itu. Just wait and see.