Category Archives: Parenting

Selama Bersepeda

• Jika bersepeda di luar ruangan, lebih baik di lingkungan yang sudah Mama kenal sehingga bisa menghindari jalanan yang berbatu dan bisa bersiap-siap sebelum menghadapi jalan menanjak atau banyak turunan untuk menghindari goncangan.

• Gunakan heart rate monitor untuk memantau denyut jantung Mama selama berolahraga. Berhentilah bersepeda bila detak jantung Mama tinggi. Kalau detak jantung Mama tinggi, detak jantung janin akan lebih tinggi lagi. Ini perlu dihindari karena detak jantung yang bergerak dengan cepat dalam waktu lama dan berulang-ulang bisa membuat janin tidak tenang, bahkan dapat mengancam keselamatan janin.

Baca juga : Kursus Bahasa Jerman di Jakarta

• Pertahankan posisi tegak saat bersepeda dan tidak terlalu condong ke depan untuk menghindari tekanan pada bagian perut. Untuk mamil, bersepeda baiknya dilakukan dalam posisi lebih tegak atau dapat menggunakan sepeda dengan jok yang memiliki sandaran agar Mama bisa duduk tegak dengan nyaman. Posisi jok sepeda juga bisa diturunkan jadi setang kemudi sepeda menjadi lebih tinggi dari sadel agar menghindari posisi membungkuk. • Tetap terhidrasi dengan cara cukup minum selama olahraga. Sangat disarankan untuk membawa sendiri air mineral selama berolahraga sehingga tidak kesulitan ketika dehidrasi .

• Hindari bersepeda di tempat panas untuk menghindari dehidrasi, kelelahan, atau heat stroke (kondisi mengancam dimana suhu tubuh mencapai lebih dari 40°C). Gunakan waktu untuk bersepeda pada cuaca yang tidak terlalu panas atau ketika sinar matahari sedang tidak terik. • Lakukan bersepeda selama 30 menit. Namun, bagi mamil yang belum biasa bersepeda, durasinya dapat ditingkatkan secara bertahap setiap minggu dari 10 menit sehari sampai akhirnya mencapai target 30 menit sehari.

• Bila Mama merasa lelah atau pusing saat bersepeda, ambil waktu untuk istirahat hingga keadaan normal kembali. Dengarkan sinyal dari tubuh Mama, ya. Jika tubuh sudah tidak sanggup bersepeda lagi, sebaiknya langsung hentikan. • Untuk menjaga tubuh tetap bugar, baiknya mamil bersepeda setiap hari. Tetapi, jika merasa kesulitan untuk berolahraga setiap hari, setidaknya masih bisa tetap aktif berolahraga, misalnya dengan bersepeda minimal 3 kali seminggu.

Bakti Katarak Dalam World Sight Day

Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center (JEC) di Kedoya memperingati Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day/WSD) 2015 dengan menggelar kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) melalui program Bakti Katarak. Kegiatan operasi katarak gratis bagi mereka yang kurang mampu ini melanjutkan komitmen Rumah Sakit Mata JEC mendukung visi pemerintah mewujudkan 2020 bebas katarak. World Sight Day yang tahun ini mengambil tema “Eye Care for All” merupakan hari kepedulian internasional terhadap hal-hal terkait masalah kebutaan dan gangguan penglihatan secara global, termasuk kegiatan penanggulangan buta katarak.

Baca juga : Tes Toefl Jakarta

Secara nasional, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah membentuk Komite Mata Nasional untuk membantu pemerintah dalam menurunkan angka kebutaan di Indonesia, dengan salah satu misinya mengoordinasi berbagai kegiatan operasi mata gratis, seperti Bakti Katarak yang diselenggarakan JEC pada Sabtu (10/10/2015). Direktur Utama Rumah Sakit Mata JEC Kedoya, Dr. Darwan M. Purba, SpM, sekaligus salah satu pendiri meng ungkapkan, “Pada peri ngatan Hari WSD tahun ini, JEC kembali menyelenggarakan kegiatan rutin operasi katarak gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.” Penyakit katarak masih menjadi salah satu penyebab kebutaan di Indonesia.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, yang dikeluarkan oleh Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI prevalansi katarak adalah 0,1% per tahun atau setiap tahun di antara 1.000 orang terdapat seorang penderita katarak baru. Penduduk Indonesia juga memiliki kecenderungan menderita katarak 15 tahun lebih cepat dibandingkan penduduk di daerah subtropis, sekitar 16— 22% penderita katarak yang dioperasi berusia di bawah 55 tahun. Ketua Bakti Katarak tahun 2015, Dr. Soefi andi Soedarman, SpM, menjelaskan, “Dalam kegiatan CSR Bakti Katarak, JEC menargetkan 400 pasien setiap tahunnya.

Jumlah pasien Bakti Katarak hari ini ±100 orang, yang mendapat penanganan dari tim dokter Rumah Sakit Mata JEC.” Rumah Sakit Mata JEC memastikan prosedur penanganan operasi katarak dilakukan sesuai dengan standar internasional yang diterapkan di JEC, tanpa melihat latar belakang pasien. Faktor pendukung kesuksesan dari Rumah Sakit Mata JEC, antara lain pengalaman dan pengetahuan tenaga medis dalam bidang kesehatan mata modern.

Sumber : pascal-edu.com