Category Archives: Berita

Yang Tekor Setelah Teror

SEBELAS tahun berlalu sejak ledakan bom di Menega Cafe, Jimbaran, Bali, tapi Ketut Si anthana masih dihantui ke ngerian akibat serangan teroris tersebut. Pria 45 tahun ini terkejut-kejut setiap kali mendengar bunyi ledakan, termasuk dari kembang api sekalipun. Peristiwa yang dikenal sebagai Bom Bali II itu pun menyisakan bekas luka dan benda asing di tubuh Ketut. ”Satu gotri belum dikeluarkan karena sangat dekat dengan organ vital,” ujar Ketut, Kamis dua pekan lalu.

Ketika bom laknat itu meledak, 1 Oktober 2005, Ketut sedang bertugas sebagai waiter. Malam itu bom meledak di tiga tempat. Salah satunya di kafe tempat Ketut bekerja. Rangkaian teror itu menewaskan 20 orang dan melukai lebih dari 100 orang. Ledakan bom menancapkan pecahan kaca di kaki dan tiga gotri di tubuh Ketut. Dia sempat dirawat dua pekan di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar. ”Kaki saya dioperasi. Dua gotri diambil dari perut saya,” ujar Ketut.

Sebelum pulih betul, Ketut memilih pulang dari rumah sakit. Ia harus menghadiri upacara adat untuk satu dari tiga anaknya. Ketika dirawat di Rumah Sakit Sanglah, Ketut memang tak mengeluarkan uang sepeser pun. Tapi itulah layanan kesehatan gratis terakhir yang dia terima dari negara. Padahal, sampai sekarang, kesehatan Ketut belum sepenuhnya normal. Ia mudah kecapekan. Ketut hanya sanggup menjadi kasir, yang lebih banyak diam di tempat. ”Kalau sakit, siapa yang mau menanggung biaya pengobatan?” katanya.