Pemodelan dan Riset dari Udara Bag2

Tidak sekadar membuat produk, APTRG pun turut melombakan produk-produknya dalam berbagai perlombaan. beberapa prestasi yang pernah diraih dalam tiga tahun terakhir adalah: Juara 1 kategori Umum dan Mahasiswa IARC (Indonesia Aerial Robotic Contest), Juara 3 PRC (Parahyangan robotic contest), Juara 1 KRTI ( Kontes Robot Terbang Indonesia), Bupati Award Komurindu 2013, Juara 1 dan 3 BTF ( Blue Techno Fest), Finalis PIMNAS XVI, dan Best Presentator IsCos 2012. Untuk ke depannya, APRTG memiliki mimpi dan tujuan untuk mengharumkan nama Indonesia pada kontes–kontes Internasional.

Pemodelan dan Riset dari Udara ala FIN888

Pemodelan dan Riset dari Udara ala FIN888 – Dengan latar belakang kebiasaan mengoprek dari anggota pertamanya, Aeromodelling and Payload Telemetry Research Group kini memiliki banyak produk yang bermanfaat untuk kebutuhan foto udara dan riset. A PTRG (Aeromodelling and Payload Telemetry Research Group) merupakan sebuah laboratorium yang bertempat di salah satu gedung serba guna lantai 2 Universitas Telkom, Bandung. Sebelum terbentuk menjadi sebuah laboratorium, APTRG terlebih dahulu lahir sebagai komunitas. Dari namanya tentu saja laboratorium ini bergerak dalam bidang pemodelan wahana udara serta sistem pengukuran jarak jauh. Lima orang dari D3 Teknik Telekomunikasi, yaitu Dzubha, Riyadhi, Nurmajid, Fajar, dan ikhsan mendirikan komunitas ini pada 2 Juni 2011.

Saat ini, APTRG memiliki tiga divisi guna menunjang targettarget yang sudah mereka konsep dalam roadmap. Divisi-divisi tersebut adalah Divisi Mekanik yang bergerak dalam pembuatan frame dari wahana yang akan dimodelkan. Divisi ini mulai malakukan konsep dari tahap pendesainan dengan menggunakan software seperti Autocad sampai desain tersebut benar-benar direalisasikan. Divisi berikutnya adalah Divisi Sistem. Divisi inilah yang merancang serta membuat sistem kerja dari model yang telah dibuat (mulai dari pemasangan kontrol pada model berupa mikrokontroller sampai model dapat bekerja dengan baik). Divisi terakhir adalah Divisi Ground Station.

Tugas divisi ini adalah mengubah kode pada sistem control dari wahana menjadi sesuatu yang dapat dibaca oleh manusia (dalam hal ini disebut GUI (Graphical User Interface)). Selain itu, divisi ini juga bertanggung-jawab dalam merumuskan penggunaan sistem pengukuran jarak jauh sehingga jarak yang diinginkan bisa tercapai. Produk dan prestasi yang sudah diraih APTRG sudah menempuh jalan yang panjang. Dari hanya lima orang anggota saat komunitas ini dibentuk, komunitas ini kini sudah memiliki anggota dari beragam latar belakang.

Berbagai perlombaan pun sudah mereka ikuti. Sampai sat ini, produk yang telah dihasilkan diantaranya adalah hexacopter (helicopter 6 baling-baling), BEE-Sky Vision – quadcopter (helicopter berbaling-baling 4), tricopter (helicopter berbaling – baling 3), Fixed Wing (pesawat unmanned aerial vehicle), KOLIBRI (Flying wing Plane), ALARC ( Autonomous low altitude rocket control), Payload ( muatan roket), AWS ( Automatic weather station), FACO ( First Aid Copter), Simori ( Sistem mobile monitoring), dan APUK (Aerial pupuk).

Sumber : https://net89.net/

Mengapa Mamil Selalu Ngidam? Bag2

Somer juga mengingatkan mamil agar tak lupa sarapan. Tidak sarapan bisa membuat gejala ngidam semakin parah. Tidak mengapa kalau mamil ngidam-nya makanan sehat, seperti ikan laut atau buah segar, tapi kalau mamil jadi “kalap” ingin makan cabai atau asam dalam jumlah banyak, tentu ini tidak baik. Plus, pastikan mamil punya dukungan emosi yang kuat dari orang-orang terdekat.

“Kebutuhan emosi yang tidak terpenuhi akan membuat mama hamil mencari pelarian ke makanan,” kata Somer lagi. Jadi, Mama boleh, kok, minta dipeluk oleh Papa ketika keinginan makan pedas dan asam menyerang, padahal Mama tahu perut Mama sudah tidak bisa bertoleransi lagi terhadap makanan itu.

Mengapa Mamil Selalu Ngidam?

Elizabeth Somer, ahli gizi dan penulis buku Nutrition for a Healthy Pregnancy mengatakan, penyebab mamil ngidam, separuhnya adalah perubahan drastis kadar hormon estrogen dan progesteron, sedangkan separuhnya lagi belum diketahui pasti pemicunya, bisa juga karena sugesti. Perubahan hormon ini jugalah yang menyebabkan perempuan yang memasuki masa menopause mengalami gejala mirip ngidam. Perubahan hormon membuat tubuh bekerja lebih keras untuk beradaptasi.

Baca juga : kerja di Jerman

Salah satu efeknya, indra pengecap dan penciuman menjadi lebih sensitif. Ketika mual menyerang, otomatis mamil akan mencari penawar dengan menyantap makanan yang cita rasanya cenderung asam atau pedas. Sementara, herbalis dari San Fransisco, Cynthia Belew, mengatakan, ngidam adalah sinyal yang diberikan oleh tubuh mengenai zat gizi yang kita perlukan. Misal, jika tubuh kekurangan mineral magnesium, mamil akan ngidam cokelat atau makanan lain yang tinggi magnesium, seperti gandum, kacangkacangan, atau salad berisi sayur-sayuran hijau.

Mamil yang kekurangan protein akan ngidam makanan berbahan daging. Jadi, jika Mama ngidam makanan pedas asam berupa rujak, ada kemungkinan tubuh Mama kekurangan satu atau lebih vitamin yang terdapat di dalam buah yang Mama ingin makan. Belew juga mengatakan, pasien-pasiennya yang terdiagnosis kekurangan asam amino, ngidam-nya hilang setelah mengonsumsi minyak ikan. Judith Brown, penulis buku What to Eat Before, During, and After Pregnancy setuju bahwa ngidam bisa jadi merupakan sinyal tubuh untuk menjadi lebih sehat demi janin.

Brown mengacu pada keengganan mamil yang tadinya suka sekali minuman bersoda dan alkohol, kemudian menjadi tidak suka setelah hamil. Namun, Somer tidak sependapat dengan Belew dan Brown. “Tidak ada penelitian yang mengatakan bahwa ada hubungan antara ngidam dengan kebutuhan nutrisi. Kalau memang demikian, artinya mama hamil akan ngidam brokoli dan sayuran lain, bukan ngidam cokelat atau cabai atau asam,” kata Somer. Walau berbeda pendapat, para ahli setuju, mamil yang sedang ngidam termasuk ngidam makanan pedas dan asam boleh nuruti keinginannya itu dalam kadar moderat namun tidak melupakan menu makanan sehat yang lainnya.

Sumber : https://ausbildung.co.id/