Terbelah Pena Di Teluk Benoa Bag5

Cerita berbeda disampaikan Gendo. Dia membenarkan bertemu dengan Oktaviansyah pada September 2014, tapi tak membahas pembagian peran terkait dengan isu reklamasi. Justru dalam pertemuan itu Oktaviansyah menyampaikan keinginan untuk bergabung dengan PT Tirta Wahana. Gendo meresponsnya dengan menyatakan keinginan itu bakal mencederai perjuangan rakyat Bali. ”Sebagai sahabat, saya ingatkan bahwa marwah gerakan adalah di pihak rakyat,” katanya. ”Tapi diabaikan.” Direktur Utama PT Tirta Wahana, Heru Budi Wasesa, membantah melibatkan aktivis untuk memuluskan proyek reklamasi. ”Kami sudah biasa dituduh macam-macam,” ujarnya. Kendati begitu, Heru mengakui perusahaannya berupaya mengajak semua pihak, termasuk aktivis, berdiskusi dan mensosialisasi rencana reklamasi

Mode Privasi untuk Google agar Aman Seperti NET89

Mode Privasi untuk Google agar Aman Seperti NET89 – Raksasa online ini mengumpulkan sejumlah besar data dari pengguna tanpa meminta izin. Dengan pengaturan yang tepat, Anda dapat menghentikan proses pengintaian tersebut. Google menganggap data pribadi para penggunanya bisa menjadi tambang emas sehingga harus dimanfaatkan di semua lini.

Google memiliki perjanjian perlindungan data untuk berbagai data yang mereka kumpulkan, termasuk nama, nomor telepon, dan history dari pencarian saat mengunjungi beberapa website. Bahkan, jika Anda menggunakan smartphone Android, Google selalu mencatat posisi Anda terus menerus. Sebagian besar pengguna akan terkejut jika mereka tahu betapa luas profil pribadi yang diciptakan Google dengan cara ini. Google bisa mendapat hasil pencarian dari sebuah login dalam layanannya. Hasilnya tentu sangat bermanfaat bagi perusahaan.

Hasil pengintaian dari mesin pencarinya saja bisa disesuaikan dengan iklan yang bisa membawa keuntungan besar. Saat ini, tempat pengumpulan informasi yang ideal bisa didapat dari layanan Gmail, YouTube, dan perangkat Android. Agar data tidak semuanya diserap Google, Anda harus membatasi beberapa setting untuk layanan Google. Trik sederhana adalah menggunakan beberapa profil sehingga dapat membingungkan Google.

Membatasi Hak Khusus Pertama­tama silakan login ke accounts.google.com terlebih dahulu. Dari sebuah account Google Anda bisa mengakses beberapa layanan Google lainnya. .

1 Nonaktifkan Account History Buka link google.com/settings/accounthistory. Halaman ini berisi 4 opsi: “Things you search for” berkaitan dengan berbagai permintaan pencarian di Google Search. Prinsip yang sama berlaku juga untuk ” Your YouTube searches ” dan ” Things you’ve watched on YouTube”. Selanjutnya, “Places you’ve been” bisa menjadi salah satu item yang paling berbahaya, terutama untuk pengguna smartphone Android karena dapat mendeteksi lokasi Anda secara terus­menerus. Keempat opsi ini dapat dinonaktifkan melalui tombol “Pause”. Klik “Manage History” untuk menghapus data yang dikumpulkan Google..

2 Hapus account Google+ yang tidak perlu Ketika Anda sedang menyiapkan account baru, Google mencoba untuk menanamkan profil Anda di Google+. Jika Anda memiliki profil Google+ tetapi tidak menggunakannya secara aktif, Anda bisa menghapusnya. Buka plus.google.com/downgrade, beri tanda centang pada opsi ” Required: Yes, I understand that deleting the Google profile” dan klik “Remove Selected Services”.

Sumber : https://net89.net/