Si Kecil Jadi Laki-Laki Atau Perempuan Bag2

Saat itu pulalah ia bertemu dengan berbagai macam watak, peran, dan karakteristik di luar diri dan keluarganya. Setiap kali ia bertemu dengan anak-anakdan orang dewasa yang belum dikenal, rasa percaya diri dan kemampuan sosialnya seperti ditantang. Menurut Montessori, sejak lahir sampai sekitar usia enam tahun, anak-anak belajar dari lingkungan tanpa upaya sadar.

Baca juga : toefl ibt jakarta

Mereka menjadi terampil di berbagai kegiatan tanpa instruksi formal. Mereka bahkan mungkin tidak menyadari bahwa mereka sedang belajar. Para pendukung gagasan “periode sensitif ” perkembangan anak mengatakan, hal ini terjadi karena “periode sensitif ” tertentu membuat anak sangat mudah memperoleh kemampuan tertentu. Setelah “periode sensitif ” tertentu usai, ada beberapa kemampuan yang sebelumnya dapat dengan mudah diserap, lantas harus secara “resmi” diajarkan. Usaha untuk belajar seperti ini belum tentu mudah dijalani oleh anak.

Demikian pula dengan pembentukan karakteristik, Montessori mencatat, ada lima perilaku yang dapat diamati yang menjadi ciri “periode sensitiF”. Pertama, anak terlibat dalam aktivitas yang jelas bagian awal, tengah, dan akhirnya. Kedua, panggilan untuk berkegiatan menjadi sesuatu yang tak tertahankan bagi anak. Ketiga, anak akan kembali beraktivitas lagi dan lagi. Keempat, anak akan mengembangkan keterikatan emosional dengan suatu aktivitas. Kelima, anak akan puas ketika kegiatannya selesai.

KASUS MIKA Mari kita gunakan cerita Mika untuk menggambarkan pembentukan peran gendernya. Mika melakukan aktivitas meniru perilaku yang ia lihat di televisi. Mika selalu memilih kegiatan ini, karena respons dari lingkungan (mama, suster dan mungkin yang lain) membuat Mika merasa jadi pusat perhatian. Buktinya, ia membuat mereka tersenyum bahkan tertawa saat meniru perilaku perempuan. Kala Mika bisa menyelesaikan kegiatan peniruan itu dan merasa puas, ia pun lantas diliputi perasaan bahagia dan tenang.

Sekarang kita tahu apa yang dimaksud dengan “periode sensitif ” pada umumnya dan bagaimana hal itu ditandai. Kita mungkin ingin tahu apa spesifi kasi dari periode sensitif dan kapan periode itu terjadi. Beberapa sumber memilah periode sensitif ke dalam urutan berdasarkan waktu. Orang lain akan membagi periode sensitif ke dalam kategorikategori dan kemudian subkategori. Namun, di sini saya menggunakan gambaran sederhana lima kategori utama periode sensitif yang terjadi antara waktu kelahiran sampai usia enam. Kategorikategori ini adalah bahasa, urutan, keterampilan sensorik, motorik, dan keterampilan sosial.

Sumber : https://pascal-edu.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *