Permainan Terbaik Untuk Bayi

Mengajak bermain si kecil memang menyenangkan. Mama bisa menjadi lebih dekat dan mengamati pertumbuhan dan perkembangan setiap harinya. Jika ada yang bertanya, apa- kah bermain diperlukan untuk perkembangan si kecil, bahkan ketika ia masih bayi?

Baca juga : Beasiswa s2 Jerman

Jawabannya: tentu saja! Bermain adalah hal sangat penting bagi perkembangan sosial, emosi, fi sik, dan kognitif bayi. Saat bermain, bayi mempelajari tubuhnya serta dunia di sekelilingnya, dan dia juga akan menggunakan kelima indranya. “Seperti apa sih teksturnya saat aku sentuh? Bagaimana bunyinya jika aku pencet? Apa yang akan terjadi kalau aku mendorong atau menarik benda itu? Merangkak di dekat sana? Apa aku dapat mengangkat tubuhku memakai memanjat benda itu?” Ya, untuk bayi, eksplorasi merupakan inti permainan dan dalam benaknya, semua percobaan itu bermakna, termasuk menggelindingkan gelas minumnya, menjatuhkan semangkuk bubur dari kursi makannya, dan masih banyak lagi “permainan” seru yang bakal ditunjukkannya pada kita.

Tenang, bermain merupakan pekerjaan anak-anak, dan bersih-bersih setelah permainan usai adalah pekerjaan orangtua, iya kan? Tapi makin sering bermain, makin pintar lo, si kecil. Ketika bermain, bayi melatih sejumlah keterampilan, seperti kemandirian, kreativitas, rasa i ngin tahu, dan cara menemukan jalan keluar. Bermain juga bisa mendorong bayi menjelajahi emosi dan nilai-nilai serta mengembangkan ke terampilan sosial. MAKSIMALKAN WAKTU BERMAIN Lalu bagaimana cara memaksimalkan waktu bermain ini agar tujuan utama bermain tercapai? Ingatlah, waktu bermain bukan hanya berarti waktu bersama mainan. Bermain adalah aktivitas menyenangkan mencakup orang, benda, dan juga gerakan.

Semua aktivitas, dari bermain cermin, cilukba, melempar benda, memenuhi syarat bermain. Jika Mama pernah melihat bayi berumur 8 bulan asyik mendorong-dorong bolanya sambil merangkak, Mama pasti jadi bisa memahami luasnya arti bermain. Ikutlah bermain bersama si kecil. Mama adalah sumber utama penggerak permainan dan aktivitas apa pun. Akan menjadi lebih menyenangkan jika bayi dapat melakukannya bersama Mama. Berbicaralah dengan bayi ketika bermain. Perkenalkan aktivitas permainan ketika bayi sedang senang, perut kenyang, dan santai, demikian menurut Marilyn Segal, psikolog perkembangan dan penulis buku Your Child at Play Series (Lexington Press, London-UK, 2014). Berhentilah saat bayi merasa cukup.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *