Lebih Siap Jadi Mama Baru

Pastinya menyenangkan sekaligus mendebarkan saat memasuki fase kehidupan baru bersama bayi. Sebab, akan ada banyak hal yang masing asing dan belum begitu dipahami. dr. Wiyarni Pambudi SpA, IBCLC., menjawab berbagai keingintahuan para mama baru. Mengapa meski sudah disusui, bayi saya tetap rewel? Setiap ibu perlu memahami, bayi rewel atau menangis tidak semata-mata karena ingin menyusu.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Bisa saja ia resah karena perutnya terasa bergolak akibat kekenyangan, pakaiannya basah atau kotor (tak jarang bayi langsung BAB atau BAK sesaat setelah menyusu), kepanasan atau kedingin an (tanpa disadari memindahkan bayi dari pelukan hangat Mama ke alas tidur yang dingin akan terasa “mengejutkan” dan kurang nyaman bagi bayi), ke sepian/ bosan, atau mungkin bayi mengantuk tapi cahaya kamar terlalu terang atau justru gelap gulita.

 

Ada cara mudah mengenali apakah bayi cukup ke nyang setelah menyusu, yakni dengan melihat kepalan tangannya membuka relaks. Terkadang ekspresi puas juga terpampang nyata di wajah bayi setelah ia kenyang menyusu. Kok, setiap kali habis disusui, bayi saya pup? Bayi ASI eksklusif sering kali mengalami hal ini. Sesaat setelah atau bahkan saat sedang menyusu tiba-tiba ia buang gas disertai pup.

Inilah yang disebut refleks gastroklika yang lazim terjadi akibat peregangan lambung yang memicu gerak peristaltik usus halus hingga usus besar refleks ini membantu mengosongkan saluran cerna untuk siap menampung asupan berikutnya. Hal yang sangat normal, bukan? Mengapa bayi harus disusui setiap 2 jam sekali? Nah, yang ini perlu diluruskan. Konsep terbaik justru menghindari pemberian makan atau menyusui secara terjadwal. Yang berhak dalam menentukan kapan waktunya bayi perlu disusui ialah. bayi itu sendiri.

Ia akan menunjukkan tanda lapar kalau perutnya mulai “kosong”. Interval antara waktu menyusui bervariasi, bisa sekitar 2–4 jam, atau lebih cepat pada bayi muda. Kebiasaan menjadwalkan waktu menyusui, membuat bayi tidak mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya. Selain itu, rasa percaya diri dan kemandiriannya akan lebih berkembang jika ia diizinkan memutuskan sendiri kapan mulai menyusu dan kapan mengakhirinya. Tugas Mama adalah mengenali tanda lapar awalnya, agar lebih sigap merespons bayi. Bolehkah saya memakaikan bedong kepada bayi saya?

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *