Pecah Kongsi Di Tanah Kosambi

Dalam berkas gugatan yang diajukan, Yusuf mengatakan perubahan akta notaris itu untuk menyesuaikan dengan undang-undang tata cara pendirian perusahaan terbaru. Toh, menurut dia, kepemilikan saham di akta baru juga masih sama. Tapi hakim menolak gugatan ini karena semua tahap penetapan tersangka sudah dilakukan sesuai dengan prosedur. Saat ditemui di Pengadilan Negeri Tangerang, Yusuf dan Suryadi membantah tuduhan menggelapkan aset perusahaan. Menurut Suryadi, kondisi pasar sedang lesu, maka mereka menjual beberapa tanah untuk menyehatkan perusahaan.

Toh, kata dia, mereka juga sudah mentransfer Rp 5 miliar sebagai bentuk kesepakatan dengan Adipurna. ”Itu sudah kesepakatan bersama,” ujarnya. Keduanya menuturkan tidak pernah meminta tolong Oesman Sapta Odang. ”Kami mengenal dia karena sama-sama dari Pontianak,” kata Yusuf. ”Tapi tidak untuk meminta bantuan.” Yudistira, pengacara Yusuf dan Suryadi, mengatakan kliennya memang meminta pertolongan dari banyak orang untuk mendamaikan konflik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *